Senin, 27 Desember 2010

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

Selama ini mungkin sebagian masyarakat beranggapan bahwa praktik keperawatan hanya dalam lingkungan klinik seperti rumah sakit, atau puskesmas dan fasilitas pelayanan kesehatan yang berada dalam suatu gedung/kantor. Pada tatanan masyarakat atau komunitas masih ada lingkup praktik keperawatan yang sangat strategis dalam menentukan keberhasilan peningkatan derajat kesehatan. Dimana bentuk praktik keperawatan tersebut adalah praktik keperawatan keluarga.



Asuhan keperawatan keluarga adalah suatu rangkaian kegiatan yang diberikan melalui praktik keperawatan dengan sasaran keluarga. Asuhan ini bertujuan untuk menyelesaikan masalah kesehatan yang dialami keluarga dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan.

Perawat yang memberikan asuhan keperawatan keluarga mempunyai tanggungjawab dalam memberikan asuhan keperawatan, meningkatkan ilmu pengetahuan dan meningkatkan diri sebagai profesi (meningkatkan keterampilan, intelektual, teknis dan interpersonal)

Tanggung jawab memberi asuhan keperawatan keluarga dengan menggunakan metodologi proses keperawatan meliputi :
  • membantu keluarga memperoleh kembali kesehatannya
  • membantu keluarga yang sehat untuk memelihara kesehatannya
  • membantu keluarga menerima kondisi anggota keluarga yang tidak dapat disembuhkan
  • membantu anggota keluarga yang menghadapi ajal untuk diperlakukan secara manusiawi sesuai martabatnya.


Secara umum tujuan asuhan keperawatan keluarga adalah untuk meningkatkan kemampuan keluarga dalam mengatasi masalah kesehatannya secara mandiri. Tujuan khususnya, dimana meningkatnya kemampuan keluarga dalam:
  1. mengenal masalah kesehatan keluarga
  2. memutuskan tindakan yang tepat untuk mengatasi masalah kesehatan keluarga
  3. melakukan tindakan perawatan kesehatan yang tepat kepada anggota keluarga yang sakit, mempunyai gangguan fungsi tubuh, dan atau keluarga yang membutuhkan bantuan, sesuai dengan kemampuan keluarga.
  4. memelihara dan memodifikasi lingkungan keluarga (fisik, psikis, dan sosial) sehingga dapat meningkatkan kesehatan keluarga.
  5. memanfaatkan sumber daya yang ada dimasyarakat (misalnya, puskesmas, posyandu atau sarana kesehatan lainnya) untuk memperoleh pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan keluarga.
(oleh : Apriyeldi.BSM, dikutip dari berbagai sumber)

Kamis, 02 Desember 2010

Opini dari Ledakan Gunung Merapi dan RUU Keistimewaan DIY

PANASNYA AKTIVITAS VULKANIK DAN POLITIK
(Catatan dari Ledakan Gunung Merapi dan RUU Keistimewaan DIY)
oleh : APRIYELDI. BSM

Di akhir tahun 2010, meski langit Indonesia masih biru dan petani politik menjanjikan padi akan semakin menguning dimana-mana tapi masyarakat khususnya di Pulau Jawa diresahkan oleh aktivitas vulkanik gunung merapi.

Aktivitas vulkanik gunung Merapi masih tetap terpantau oleh BMKG sehingga masyarakat bisa lebih waspada untuk menyelamatkan jiwa.


Aktivitas vulkanik gunung Merapi telah berpuncak dengan letusan yang mengakibatkan gelombang pengungsian dan kematian hewan-hewan ternak serta memusnahkan pertanian warga Yogyakarta. Disaat ini pula sang bintang publik "Mbah Maridjan" pergi untuk selamanya meninggalkan tahta sebagai juru kunci Gunung Merapi.


Belum selesai mengatasi korban musibah Merapi, masih merahnya tanah pemakaman teman iklannya Juara Tinju Dunia dari Indonesia "Cris Jhon" keluar khabar bahwa gunung Bromo aktivitas vulkaniknya meningkat dan akan meletus pula. Semua orang sudah mulai siaga dan waspada menghadapi aktivitas Gunung Bromo.


Disaat penanggulangan Bencana Merapai dan tangis luka masyarakat Yogya, serta kekwatiran akan aktivitas vulkanik Gunung Bromo, malah diluar dugaan kita dan BMKG sekalipun ternyata ada aktivitas vulkanik yang lebih dasyat dari Istana yaitu aktivitas vulkanik politik. tanpa status awas, siaga dan waspada lebih duluan meletus dari Gunung Bromo yang lebih awal diperingatkan pada masyarakat.


Kedasyatan aktivitas vulkanik politik ini lebih dasyat dari Letusan Gunung Merapi di Yogya, buktinya; kalau Gunung Merapi Yogya abu panasnya tidak sampai menyesakkan nafas orang-orang yang ada di Jakarta. Tapi kalau ledakan vulkanik politik ini malahan sampai ke Yogyakarta. Buktinya di Yogya banyak masyarakat berteriak kecewa, kemaren berbondong mengungsi dan sekarang berbondong berdemonstrasi.


Semoga ledakan aktivitas vulkanik politik ini tidak sampai memendungkan langit Indonesia yang sedang cerah dengan warna biru.

(2 Desember 2010)